Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

550 TRILIUN DANA JHT, ADA HAKNYA SATPAM?

              Ref Gambar : Klikaktual.com
SuaraSatpam.Com - Minggu-minggu belakangan ini menteri kesehatan mengeluarkan permenaker No 02 Tahun 2022 tentang pengambilan JHT bisa dicairkan bila usai mencapai 56 Tahun. Ini menjadi polemix yang dirasakan oleh buruh seluruh Indonesia terutama tenaga kerja atau sumber daya security atau satuan pengamanan (Satpam) dan pekerja/buruh lainnya.

JHT (Jaminan Hari Tua) bukan berarti di masa tua juga bisa diambil artinya JHT adalah hak pekerja mau diambil kapanpun bisa-bisa saja, seperti pekerja tersebut risegn dari tempat pekerjaannya atau masih sedang bekerja untuk pencairan JHT tersebut diperbolehkan, asal mengikuti ketentuan dan syarat pencairan JHT-nya.

JHT merupakan tabungan pekerja yang setiap bulannya gaji mereka di potong untuk tabungan hari tua nanti. Apapun alasan pemerintah seperti yang diuraikan diatas "JHT bisa cair bila umur 56 Tahun" ini menjadikan keberatan dari setiap buruh atau pekerja di Indonesia. Seharusnya dikaji ulang, bagaimana mau sejahtera jika hak pekerja saja semakin lama pencairannya.

Tenaga kerja Indonesia dengan profesi yang berbeda-beda, sudah pantas sejahtera tentunya melalui kebijakan pemerintah yang memperjuangkan hak-hak pekerja, bukan aturan yang membuat buruh berpikir negatif kepada pemerintah. Jangan sampai nanti, setelah 56 tahun JHT akan dicairkan dipersulit lagi "ini hanya mewakili pikiran sebagai pekerja saja" semoga tidak terjadi dan akan dipertimbangkan dalam memberikan keputusan.

#Kekhawatiran Dana JHT :

Berdasarkan penelusuran informasi dari "Pikiran-Rakyat.Com" melalui akun tiktok bahwa kabarnya bahwa JHT yang terkumpul 550 Triliun. Agar tak timbul tafsir macam-macam terkait pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara), maka sebaiknya JHT diberikan kepada pekerja yang berhak, tak perlu menunggu usia 56 tahun.#CabutpermenJHT56tahun.

Berita ini sudah 1.478 yang memberikan jempol, 198 memberikan komentar dan 257 kali dibagikan. Jangan terlalu memaksa untuk mengambil hak rakyat tentu disini diwakilkan melalui buruh/pekerja, dengan beraneka ragam karakter sumber daya manusia di Indonesia pasti banyak juga pikiran-pikiran terutama mempertahankan haknya "apalagi ini berhubungan dengan uang" lebih sensitif bila tidak selesaikan atas kebutuhan masyarakat Indonesia.

Ini menjadi ambisi pemerintah untuk mengumpulkan uang rakyat Indonesia dengan kepentingan pastinya untuk pemerintah juga, bila di logikakan dengan perputaran uang JHT tentu menghasilkan bunga atau persentase dari uang JHT tersebut. Akan dikemanakan uang JHT, pertanyaan besar akan muncul "Jangan-jangan sampai umur 56 tahun ada perubahan lagi" dan akhirnya rakyat semakin bingung? 

Seperti diketahui bersama melalui media sosial bahwa masyarakat Indonesia terkhusus untuk buruh/pekerja, sudah menyampaikan inspirasinya melalui demontrasi meminta agar peraturan JHT permen 04 Tahun 2022 dicabut atau dibatalkan JHT 56 Tahun cair. Semoga pemerintah menyadarinya bahwa hampir 90 % tidak mentetujuinya jika JHT bisa dicairkan diusia 56 Tahun.

Selanjutnya, dengan adanya peraturan baru ini, semoga menemukan solusi yang memberikan pencerahan kepada masyarakat Indonesia. Sehingga tidak terjadi gejolak yang di lakukan masyarakat terutama buruh/pekerja menjadi objek utama terjadinya penolakan "Meminta JHT di usia 56 Tahun" agar dicabutkan atau dibatalkan. 

#Tabungan JHT Satpam :

Saat ini jumlah Satpam Indonesia sekitar 1,6 Juta dengan gaji pokok rata-rata Rp. 4.641.854 untuk wilayah Jakarta anggap saja penghasilan yang paling tinggi dengan tagihan atau JHT yang ditabungkan setiap bulannya adalah Rp.196.815.

Sedangkan gaji pokok di wilayah Semarang Rp.2.835.000 dengan tabungan JHT setiap bulannya adalah Rp.120.000. Ini hanya sebagai pembanding saja antara wilayah Jakarta dan wilayah Semarang, selisih sekitar Rp.76.000 untuk JHT Satpam yang ditabungkan.

Bila dikalkulasikan dari jumlah Satpam dengan JHT setiap bulannya anggap saja membayar atau tabungan masa tua Rp.190.000, kemudian digabungkan semuanya kontribusi Satpam atau tabungannya menjadi 340 Miliar. Bukan uang yang kecil tentunya bila dikelolah dengan baik atau diinvestasi bisa menghasilkan bunga uang bagi pemerintah dan bisa untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia atau buruh/pekerja juga.

340 Miliar adalah JHT Satpam Indonesia, ini hitungan secara general atau gambaran umum saja artinya dari berbagai macam profesi tidak hanya Satpam saja mempunyai tabungan JHT dengan jumlah berbeda-beda. Sumbangsihnya dari profesi Satpam sungguh menakjubkan belum juga dari para pekerja/buruh yang lainnya pasti semakin besar bila digabungkan dari seluruh pekerja/buruh di Indonesia.

Dengan demikian, kalaupun ditetapkan juga permenaker " Umur 56 tahun baru bisa Pencairan JHT". Harapannya tidak mengecewakan masyarakat Indonesia, yang mana sudah jerih payah menabung untuk bekal di hari tua nanti.

#Analisa Dana JHT :

Dengan alasan apapun juga, seandainya dana JHT di pergunakan pemerintah itu tidak menjadi persoalan "ya itu boleh-boleh saja" baik itu kebutuhan untuk pembangunan infrastruktur, pembangunan jalan, untuk pengembangan unit usaha kecil menengah, keperluan investasi, untuk membantu kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat, dan kegiatan pemerintah lainnya.

Yang menjadi permasalahan besar adalah ketika buruh/pekerja ingin melakukan pencairan dana JHT sudah bisa diambil atau tidak bisa cairkan, hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menggantikannya. Analisa ini hanya sebagai opini semata tidak bermaksud menyatakan bahwa dana JHT tidak bisa di cairkan sehingga masyarakat menjadi putus asa dan kecewa.

Kekhawatiran ini menjadi pikiran negatif masyarakat kepada pemerintah sesuai apa yang dikemukakan diatas "Terdapat tafsir untuk pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara)". Semoga hal seperti ini tidak terjadi dan masyarakat yakin juga bahwa pemerintah sudah memikirkan jangka panjang terkait tindakan terbaik untuk masyarakat dengan masa depan lebih cemerlang.

Selanjutnya, masyarakat berharap JHT  tetap bisa dicairkan tanpa menunggu umur 56 Tahun. Semoga tidak memberatkan masyarakat yang sudah menabung untuk bekal masa tua "Susah dan Senang" itu sudah menjadi takdir dari perjalanan hidup masyarakat yang harus dihadapi dalam kondisi apapun.

Posting Komentar untuk "550 TRILIUN DANA JHT, ADA HAKNYA SATPAM?"