Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SECURITY AWARENESS VERSI SUARA SATPAM

          ref : cynic
SuaraSatpam.Com - Security awareness merupakan gabungan pemikiran personil keamanan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerjanya. Dengan menganalisa situasi dan kondisi tidak menentu, sehingga antara panca indera dengan peralatan kerja bisa berfungsi dengan baik.

Kesadaran secara harfiah dapat di bedakan menjadi dua jenis kesadaran "yakni" kesadaran aktif dan kesadaran pasif. Kesadaran aktif adalah mempunyai inisiatif dalam melakukan kegiatan pengamanan sedangkan kesadaran pasif adalah tidak mempunyai respon signifikan untuk memberikan pelayanan pengamanan di area kerja.

Implementasi kesadaran dalam ilmu Security menjadi harapan dari customer/klien yang merasakan dalam setiap kegiatan pengamanan baik secara periodik maupun non periodik. Dalam hal ini yang paling menonjol saat menjalankan rutinitas atas keberadaan personil security diarea kerjanya.

Dari penjelasan area kerja tentu di lihat dan di perhatikan oleh customer baik itu internal maupun customer eksternal, terkadang walaupun tidak memberikan komentar secara langsung namun customer tersebut bisa merasakan sesuai apa yang di alami saat melintasi area kerja Security. Security awareness disini lebih membangun sensitifitas terhadap objek yang berada di sekitar lingkungan kerja.

Teori Kesadaran "M.Antony.M " :

        ref : dictio.id
Pertama "Dapat di Rasakan" maksudnya adalah segala perbuatan dan tindakan security dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di area kerjanya. Inilah yang harus tumbuh kesadaran bahwa rasa aman dan nyaman selalu tercipta meskipun tanpa pengawasan baik dari pimpinan dan pihak yang bertanggung jawab di bidang pengamanan lainnya.

Kedua "Disiplin Diri" maksudnya adalah konsisten terhadap segala hal terutama tepat waktu hadir di tempat kerja, fokus dalam pelaksanaan tugas, mampu menyelesaikan masalah di tempat kerja, dan lain sebagainya. Tidak ada toleransi bagi personil security yang tidak disiplin karena kunci utamanya kesadaran apabila disiplin dalam situasi apapun.

Ketiga "Ringan Bertanggung Jawab" maksudnya adalah menjalankan wewenang yang diberikan sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan sebagai petugas pengamanan. Ini menjadi penting diperhatikan jangan sampai lempar tanggung jawab seperti contoh tidak mau menghadapi masalah baik itu komplain dari customer maupun terjadi tindakan kriminal, sehingga rekan kerja yang lain seolah-olah menghindar terhadap permasalahan tersebut.

Dari ketiga poin diatas merupakan penghantar bahwa kesadaran menurut "M.Antony.M" bisa dijadikan acuan dalam menerapkan security awareness di lingkungan kerja. Memang pada dasarnya bagaimana persepsi orang lain menilai personil security yang sedang melaksanakan tugasnya.

Penilaian Customer/Klien :

         ref : ekrut.com
Bagi praktisi keamanan atau pekerjaan yang berhubungan dengan security baik pimpinan security maupun pengelolah security pasti akan berhubungan dengan customer/klien sebagai pengguna jasa security. Yang mana hal ini menghadapi komplain atau feedback hasil kerja yang dilaksanakan petugas security. Artinya semua harus diberikan respon untuk melakukan quality improvement secara berkesinambungan.

Banyak hal yang menjadi penilaian customer/klien baik itu dari prosedur kerja, peralatan dan perlengkapan kerja, pelayanan terhadap tamu, penampilan security, kebersihan lingkungan kerja, sistem dan konsep pengamanan di lingkungan kerja dan lain sebagainya. Walaupun terkadang hal yang sangat basic masukan dari customer/klien, tapi harus di respon dan dilakukan program perbaikan.

Seperti ini fenomena yang sering terjadi dalam pelaksanaan tugas di area kerja diantaranya tidak menguasai produck knowledge terutama letak dan lokasi area kerja, nama-nama pimpinan atau BOD di tempat bekerja, nomor telepon penting, kebersihan pos kerja, kurang senyum dan tidak mengarahkan tamu, kurang pemahaman terkait prosedur kerja, dan masih banyak hal yang lain seakan-akan terlihat tidak professional.

Fenomena diatas sangat mencerminkan bagaimana kualitas pelayanan keamanan yang diberikan sehingga akan berdampak operasional security. Memang sih, terlihat teknis dan bisa di selesaikan oleh pimpinan security yang ada di area kerja namun perlu dukungan pimpinan puncak atau manajemen perusahaan tempat bekerja. Sehingga kebutuhan lain bisa di dukung baik itu dari devices dan equitment keamanan, infrastruktur, manajemen support, dan lain sebagainya.

kapan saja "Boom Waktu" baik itu memenangkan proyek baru dan lokasi kerja yang sudah berjalan maksudnya sudah di jaga security sebelumnya. Kuncinya harus konsisten melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap personil security yang bertugas, sehingga dalam kondisi tertentu jika mengalami feedback yang negatif mampu memberikan respon dan memenangkan hatinya customer/klien di tempat bekerja.

Makna Security Awareness Secara Luas :

      ref : patrarijaya.co.id
Bagaimana personil security mempunyai "Kesadaran keamanan" yang memiliki sikap dan perilaku sebagai personil yang dibentuk oleh organisasi mempunyai manajemen sistem pengamanan meliputi preemtif, preventif, dan refresif. Sehingga kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan pengamanan yang selalu berhubungan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan kerja.

Tindakan preemtif bagian menganalisa seluruh kegiatan pengamanan yang mencakupi seperti sosialisasi terkait ruang kingkup pekerjaan, koordinasi pihak internal dan eksternal terkait pengamanan perimeter dan dalam lingkungan kerja, komunikasi secara langsung terkait kegiatan prosedur kerja. Sehingga perlindungan aset, pengamanan informasi, pengamanan sumber daya manusia, perangkat sistem keamanan dan lain sebagainya. 

Sehingga deteksi dini bisa mengurangi  gangguan dan ancaman yang akan terjadi di lingkungan kerja. Tentu mempunyai kekuatan personil security untuk melakukan tindakan preemtif tersebut, karena biasanya dianggap tidak penting dilakukan padahal sosialisai, koordinasi dan komunikasi merupakan tindakan pengamanan sebelum melakukan pencegahan agar tidak terjadi permasalahan yang signifikan.

Tindakan Preventif bagian dari menetapkan prosedur kerja atau instruksi kerja sehingga lebih mudah untuk melakukan pemeriksaan kendaraan dan tas, pelaksanaan body check, pendataan tamu, penulisan laporan kegiatan, pengaturan keluar masuk kendaraan dan manusia, pengaturan kelancaran arus kendaraan, pengawalan barang dan manusia, pelaksanaan patroli secara periodik dan melaksanakan penjagaan di setiap pos security.

Pencegahan keamanan bisa terintegrasi antara personil security dengan peralatan pengamanan lainnya seperti CCTV, alarm system, visitor management syetem, access control, access door, bollard atau road blocker, dan peralatan pengamanan lainnya. Tentu menjadi gabungan juga dengan prosedur, security, devices, pengawasan dan dukungan dari manajemen sebagai pemberi pekerja bagi personil security tersebut.

Tindakan Refresif bagian dari untuk merespon setiap kejadian atau permasalahan yang terjadi di lingkungan kerja. Tidak bisa dihindari bahwa dalam menjalankan operasional security tentu menghadapi masalah baik tindakan kriminal, pelanggaran prosedur, kinerja personil security kurang professional, keluhan pelayanan keamanan dan lain sebagainya.

Menanggapi hal tersebut agar mempersiapkan prosedur kerja yang mendukung seperty flow chat, emergency respon team, dan prosedur kerja lainnya. Sehingga dalam menyelesaikan permasalahan lebih cepat dan terukur karena sudah tersedia panduan untuk menghadapi berbagai macam problem operasional security.

Fenomena Terhadap Petugas Security :

      ref : hot liputan6.com
Psikologi personil security dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sering kali mendapatkan tekanan atau intruksi yang belum di pahaminya secara mendalam, artinya belum menguasai medan tugas atau tempat bekerja terlebih security masih baru yang belum memiliki pengalaman. Hal tersebut membuat yang sepeleh dan biasa bisa berdampak besar tidak hanya kepada personil security melainkan kepada penyedia jasa security tentu ikut bertanggung jawab terhadap kinerjanya.

Hal apa saja menjadi feedback negatif yang dilakukan oleh personil security berikut contohnya bukan tugas security…sudah biasa…memang dari dulu seperti itu…jawaban tidak tahu…tidak mengenali staf manajemen…kepedulian di area lingkungan kerja…penampilan tampil buruk…pelayanan tidak professional…serah terima tugas kurang detail…penyelesaian masalah kurang tuntas…peralatan dan perlengkapan tidak berfungsi…dan lain sebagainya.

Secara logika ini sering di lakukan oleh personil security antara sadar dan tidak sadar baik melalui ucapan, tindakan, perbuatan, perasaan, penglihatan, pendengaran, kepekaan, kesadaran, dan hal lainnya. Seperti contoh diatas menjadi temuan dari customer/klien sehingga perlu pengawasan dan pembinaan secara terus menerus, terkadang menjadi beban bagi security juga karena tugasnya A - Z + 10.000 masih belum cukup.

A - Z + 10.000 maksudnya adalah segala sesuatu permasalahan yang terjadi di lingkungan kerja menjadi tanggung jawab security walaupun bukan 100 % menjadi area pengawasannya. Seperti contoh customer terpeleset saat sedang berjalan, customer menabrak kaca karena main handphone, keributan di area kerja karena urusan keluarga dan masih banyak kejadian dan permasalahan yang lain seolah-olah security tidak memperhatikan hal tersebut.

Itulah yang membuat security tetap professional dan konsisten dalam menjalankan tugas di area kerjanya untuk membangun persepsi dan citra depan customer karena "Tugas security benar saja pasti ada yang keliru atau di salahkan apalagi sebaliknya tentu akan di pandang sebelah mata" sederhananya jangan hanya menjalankan tugas pokok saja, namun harus responshif di lingkungan kerjanya masing-masing.

Security Awareness Untuk Kehidupan Sehari-hari :

Terlepas sudah diuraikan diatas bahwa security awareness untuk di lingkungan kerja? Penting juga dipahami security awareness bagus di terapkan dalam kehidupan sehari-hari baik itu di komplek perumahan, perumahan kampung atau tempat tinggal di manapun berada. Intinya pemikiran rasa aman harus muncul dari diri sendiri dengan mengantisipasi dan waspada terhadap tindakan kriminal.

Sebagai penghubung saya akan memberikan contoh bahwa hampir setiap hari jika saya berangkat kerja selalu "berpesan kepada istri agar motor di gembok dan rumah di kunci dari dalam". Ini hal yang dasar namun sangat mengena karena sesungguhnya security awarenss "mampu berpikir situasi sekitar tidak aman" bahkan tetangga pun jangan terlalu percaya artinya tetap menjaga jarak dan batasan demi suasana aman dan nyaman.

Pemikiran security awareness yang sangat nyata bila kita mempunyai inisiatif untuk memasangkan peralatan keamanan seperti CCTV di sekitar rumah baik akses depan maupun perimeter lainnya. Ini menjadi kebutuhan teknologi sebagai pencegahan akan terjadinya tindakan kriminal atau pelanggaran hukum di lingkungan rumah anda, dengan demikian bila diketahui orang lain atau pelaku kejahatan secara otomatis akan mengurangi dari perbuatan kriminal tersebut.

Dari sisi lain bisa juga pengamanan melalui penerangan, duble gembok atau kunci, tralis pintu dan jendela. Baik menggunakan sistem maupun manual, ini bagian dari kesadaran keamanan di kingkungan rumah tentu untuk kehidupan sehari-hari yang berdampak terhadap ketentraman hidup bertetangga. Dengan demikian hal tersebut bisa sharing atau transformasi kepada rekan, sahabat, tetangga yang berada di sekitar anda. 

Ingat !!! Security awareness bukan menjadi tugas security tapi tanggung jawab semua orang yang ingin merasa aman dan kemudian melakukan perubahan di tempat tinggalnya  masing-masing. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Posting Komentar untuk "SECURITY AWARENESS VERSI SUARA SATPAM"