Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SEMANGAT 45 DI USIA 54 TAHUN "TRI SUHARYANTA" MENGABDI JADI SATPAM?

SuaraSatpam.Com - Sosok Tri Suharyanta penuh semangat menjalankan profesi Satpam yang saat ini menjabat sebagai Chief Security. Meski usia sudah beranjak dewasa, beliau tidak kalah semangat dengan anak generasi milenial lainnya.

Di usia 54 tahun tentu tidak mudah lagi, karena sejatinya orang lain pada umumnya ingin menikmati masa pensiun berdeda dengan bapak satu ini "Tri Suharyanta" masih penuh membawa energi positif bagi orang sekelilingnya.

Kesehariannya bertugas menjadi Chief Security dan Safety PT. Bintang Jamtama Sejahtera) yang bekerja untuk PT Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia) salah satu milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Area pengawasannya meliputi  seluruh Indonesia yang ada Securitynya bekerjasama dengan PT. Jamkrindo. 

Tentang Perjalanan :

Tri Suharyanta asli Sleman lahir pada bulan November Tahun 1968, mempunyai istri Titik Istiyati asal dari Bantul dan memiliki putra dan putri diantaranya "Anak pertama atas nama Winda sudah lulus S1 IPB yang saat ini sudah bekerja bagian marketing di wilayah Jakarta.

Anak kedua atas nama Wahyu sedang menduduki bangku belajar kelas 2 SMA sedangkan anak ketiga atas nama Bagus usia 7 tahun berada di Taman kanak-kanak yang proses akan masuk Sekolah dasar (SD). 

Sejak lulus sekolah pak Tri mempunyai niat yang tulus atau cita-cita yakni ingin melanjutkan kuliah, namun itu semua kandas ditengah jalan karena tidak pernah bertemu dengan orang yang visinya sama untuk meneruskan kuliah.

Setelah lulus SMA dengan sangat terbatas memilih profesi sebagai Satpam. karena menganggap bahwa pekerjaan Satpam bisa santai dan tidak cepat lelah "ungkap pak Tri". Dengan penuh makna dan penjiwaan alhamdulillah pekerjaan Satpam menjadi tempat terakhir mengabdi untuk menjalankan kehidupan demi keluarga tercinta.

Walaupun pada dasarnya setiap profesi atau pekerjaan semuanya melelahkan, namun sisi lain tentu mempunyai nilai kepuasan tersendiri karena bisa menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan. Ini lah kekuatan pak Tri tetap terus bertahan bekerja karena kenikmatan membuat anak dan istri selalu bisa tersenyum.

Flesback Sebuah Perjalanan :

Perjalanan karir pak Tri sudah berjalan 33 Tahun menjadi seorang Satpam dari Tahun 1989 di PT. Gajah Tunggal selama 25 Tahun, selanjutnya mencoba Bisnis Garment, lanjut menjadi HRD supervisor tahun 2014, dan  tahun 2016 bergabung  di PT. BJS (Bintang Jamtama Sejahtera) sebagai Chief Security & Safety selama 6 Tahun. Waktu itu hanya bermodalkan sertifikat Gada Pratama, berkat perjuangan dan kesabarannya sekarang sudah mengikuti pelatihan Gada Utama.

Selain Gada Utama Tri Suharyanta telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi training lainnya seperti Fire brigade, AK3 umum, dan training lainnya. Ini merupakan dorongan pribadi untuk mendukung dalam melaksanakan tugas sebagai Chief Security diarea kerjanya.

Kompetensi sertifikasi training yang diikuti pak Tri merupakan modal atau biaya pribadi, yang biasanya seperti Chief diluar sana saat mengikuti pelatihan dibiayai oleh perusahaannya masing-masing. Setelah anak pertama lulus kuliah baru bisa mewujudkan keinginan untuk sertifikasi,  pertimbangannya adalah  pak Tri  melihat kepentingan dan kebutuhan atau biaya anak sekolah artinya lebih baik mengalah tidak mengikuti pelatihan tersebut asalkan biaya sekolah anak tercukupi. 

Berpikir Jauh Kedepan :

Impian kedepannya ingin menghantarkan gerbang kesuksesan putra-putrinya untuk masa depan lebih brilian. Bahkan sembari ngobrol santai dengan pak Tri, meskipun nanti anaknya menjalani profesi Satpam juga asalkan menjadi pimpinan,  Intinya tidak ada orang tua ingin melihat putra-putrinya terlantar dan jauh dari kehidupan yang lebih baik.

Selanjutnya pak Tri mengungkapkan sebuah "Motto" yang bisa mendobrak bangkit dan memotivasi diri bahwa "Jadilah Yang Berbeda" baik di level manajemen dan pimpinan baik perbuatan dan tindakan intinya harus berbeda dalam segala hal yang dijalaninya. Untuk itu pak Tri terus berjuang menjadi yang berbeda terutama dalam lingkungan bekerja disetiap waktu tidak menentu.

Seperti yang disampaikan pak Tri lebih jauh, hal ini perlu membekali ilmu dan pengetahuan atau kompetensi sebagai seorang Satpam baik cara berkomunikasi, memberikan pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan kerja, dan lain sebagainya. Kesadaran mencari ilmu agar terus tumbuh baik mengikuti seminar atau pelatihan-pelatihan yang bisa membuka wawasan agar tetap konsisten menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Satpam. 

Sharing Session :

Minggu (27/02/22) Silaturahmi dengan pak Tri "Kebetulan berkunjung ke rumah" sharing tentang perjalanan karir Satpam, komunitas Satpam, seminar dan pelatihan Satpam, serta kegiatan Satpam lainnya. Walaupun baru pertama kali bertemu terasa sudah berteman lama, mungkin karena semangatnya mengajak orang untuk berbuat kebaikan dari lingkungan sekitar.

Sebelumnya saya mengenal beliau melalui komunitas Satpam "Group Whatsapp" seperti Abdi Satpro, ISN, SAW Academy, 3S Learning Center, Security Info Update dan group lainnya. Tegur sapa dalam group, komunikasi melalui telepon dan whatsapp pribadi. Aktif juga berdiskusi menjawab dan berkomentar berbagai postingan dari rekan-rekan komunitas Satpam lainnya.

Selanjutnya diskusi tentang "Gada Utama Kompetensi" adapun yang dibahas terkait penilaian risiko pengamanan, tingkat kerawanan, rencana pengamanan, design simulasi pengamanan, dan materi lainnya. Ini menjadi tantangan dalam mengimplementasi prosedur yang ada di perusahaannya masing-masing, sehingga lebih mudah melakukan improvement bila ada feedback dari seorang pemberi materi Gada Utama kompetensi tersebut.

Memang sedikit Ambigu? Jika dibawah ke tempat training terkait prosedur perusahaan "Privasi" atau rahasia perusahaan. Seharusnya pemberian materi memberikan pemaparan secara jelas lalu semua peserta di uji baik secara individu maupun kelompok, dengan harapan seluruh peserta yang mengikuti pelatihan Gada Utama kompetensi bisa mempraktekkan di tempat kerjanya masing-masing "Ini gurauan bersama pak Tri". 

Semoga kisah ini bermanfaat untuk seluruh pembaca dan masyarakat Indonesia. Karena sejatinya seseorang tentu mempunyai perjalanan hidupnya yang berbeda-beda baik itu suka maupun duka. Itulah kehidupan yang sesungguhnya tidak selamanya kita dibawah dan tidak selamanya juga kita diatas "Artinya" ada waktunya semua bisa berubah tergantung motivasi hidup diri kita masing-masing.

Salam Korsa...

Posting Komentar untuk "SEMANGAT 45 DI USIA 54 TAHUN "TRI SUHARYANTA" MENGABDI JADI SATPAM?"