Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Metode Memasarkan Iklan di Media Sosial Situasi Pandemi Covid-19


                  "Sumber : //Viva.co.id"

Oleh : Argita Sri Cahyani
Editor : Noto S

Di masa Pandemi Covid-19 ini menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kerugian ekonomi tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 mencapai Rp 1.356 triliun. Jumlah itu setara dengan 8,8 persen dari PDB Indonesia. Nilai ekonomi yang hilang itu terjadi karena pandemi Covid-19 menghentikan mobilitas manusia sehingga berdampak pada semua sektor, termasuk penerimaan negara. 

"Kalau kita estimasi dari hilangnya kesempatan kita meraih pertumbuhan ekonomi yang tahun 2020, sebelum Covid-19 ditargetkan 5,3 persen, kemudian berakhir -2 persen, maka nilai ekonomi yang hilang akibat Covid-19 diestimasi sebesar Rp 1.356 triliun," kata Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus), Kamis (29/4/2021). 

Semua kalangan Pembisnis Retail dan Komersil sedang mengalami pasang surut keuangan dikarenakan penjualan mereka turun drastis. Oleh karena itu mereka pun harus membuat strategi baru agar usaha yang mereka kelola tetap tumbuh, berkembang, dan selelu dilirik oleh konsumen. Terutama keterbatasan dalam situasi pandemi ini membuat pembisnis dan konsumen dibatasi oleh waktu dan jarak.

Menurut Iyer et.al. “Iklan merupakan satu di antara keputusan terpenting yang dilakukan seorang pemasar, dan pemilihan media juga merupakan elemen terpenting bagi pemasar.”. 

Iklan menjadi keputusan yang terpenting karena iklan adalah proses pengenalan produk atau jasa yang kita miliki agar bisa dikenal lebih banyak lagi konsumen dan bisa mendapatkan sebuah keuntungan yang diharapkan. Pemilihan media iklan juga tidak bisa sembarangan kita harus melakukan survey apakah media tersebut akan ada feedback baik terhadap bisnis kita.

Terdapat beberapa media sosial yang bisa digunakan untuk melakukan iklan promosi, seperti :

Instagram :
Pada masa pandemi seperti ini, dengan terbatasnya mobilitas masyarakat maka sebagian besar warga Indonesia menggunakan gadget Handphone lebih sering dari biasanya termasuk salah satunya yaitu Instagram. Instagram merupakan platform terbesar untuk melakukan iklan promosi melalui para Selebgram seperti Fadil Jaidi, Rachel Vennya, Keanu Agl dan lainnya.

Mereka memasarkan produk dengan Ig Story maupun Feed Instagram dimana bisa dikaitkan langsung dengan E-Commerce toko yang dipasarkan dan mereka mempunyai ciri khas tersendiri dalam memasarkan produck nya sehingga bisa menarik kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut.

Tiktok :
Aplikasi ini juga bisa terhitung booming pada masa pandemi ini, dimulai dengan hanya bisa digunakan untuk dance-dance saja kini digunakan untuk memasarkan sebuah produk dengan cara Live Streaming maupun membuat video sehingga bisa FYP di beranda para konsumen. Tiktok juga bisa mengkaitkan link produck e-commerce, sehingga membuat bisa mempermudah konsumen untuk membeli produk yang dipasarkan.

Facebook :
Di dalam aplikasi Facebook hal yang bisa dilakukan dalam memasarkan produk yaitu dengan membuat halaman pada facebook. Halaman tersebut harus dikemas dengan menarik dan informatif sehingga bisa menarik minat konsumen.
Contoh Influencer sukses di dalam Media Sosial yaitu Fadil Jaidi
           
Fadil Jaidi yaitu seorang influencer dan Youtuber Indonesia. Berawal dari membuat tertawa penonton dengan tingkah laku jail dan prank terhadap pak Muh. Sebagai selebgram, Fadil Jaidi kini telah memiliki 6,8 juta followers.

Dengan followers sebanyak itu, tentunya banyak tawaran endorse dari berbagai brand. Nah, selain jadi selebgram dan Youtuber, Fadil Jaidi juga seorang pengusaha kuliner. Ia adalah CEO dari Traffic Bun yang menyajikan burger. 

Ciri khas video endorse ala Fadil Jaidi yaitu dengan diawali oleh tingkah lucu dan jailnya yang terkadang membuat bersama Pak Muh membuat para penonton tidak pernah melewati moment-moment insta story nya maka dari itu Fadil bisa memasarkan produk lebih maksimal karena selalu mempunyai view yang banyak.

Semoga bermanfaat dan bisa di implementasikan dalam lingkungan kehidupan di dunia nyata terutama "pemasaran produck di media sosial dan promosi produck melalui iklan".

#Umum.

11 komentar untuk "Metode Memasarkan Iklan di Media Sosial Situasi Pandemi Covid-19"

  1. Terima kasih bapak noto dan argita atas tambahan ilmu nya

    BalasHapus
  2. Bagus sekali insight nya.

    Tersamping dari popup ads yang ga masuk akal di portal ini ya, menganggu sekali saat baca artikelnya.

    Seriously, do less ads.

    BalasHapus
  3. Terimakasih atas ilmunya. Sangat bermanfaat untuk semua kalangan khususnya pebisnis dan umkm.

    BalasHapus
  4. Rapih, menarik, dan nyaman di baca. Saya kasih bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

    BalasHapus
  5. Alur baca nya mudah dipahami dan juga menarik karena ada referensi dari sosmed.

    Terimakasih atas ilmunya.

    BalasHapus
  6. terima kasih sangat bermanfaat

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

  8. Terimakasih atas ilmu nya 👍

    BalasHapus
  9. ������

    BalasHapus
  10. Terimakasih ilmunya, dan mudah dipahami alur bacaannya

    BalasHapus

Terimaksih telah berkomentar :)