Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PROFESI SATPAM AWAL TERPAKSA AKHIRNYA JADI BAKAT "MAU TAU CERITANYA"?

                  "Sumber : Dokpri"

Oleh : Sunarto
Editor : Noto S

Hampir semua pekerjaan sudah saya jalani dari menjadi penjual mie ayam dan bakso, buruh sawit, pekerja bangunan, pedagang koran, pelayan restoran dan akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar menjadi security di PT Wira Sandi yang berada di Cijantung Jakarta timur "Ungkap Sunarto".

Waktu itu umur saya menginjak 20 Tahun dengan bekal Ijazah SMA. Saya mendaftar security di bulan Desember 2005 dan mengikuti pelatihan dasar security.

Selesai pelatihan saya di panggil sama pelatih yaitu Pak Sedar (TNI) menyampaikan bahwa saya akan dikirim ke hotel saripan Pacifik untuk penempatan.

Dengan bangganya saya menggunakan seragam biru Dongker naik bus Mayasari dan kemudian turun di depan hotel

Begitu melihat hotelnya saya merasa tidak percaya bahwa saya bisa kerja di hotel yang sebesar ini. Kemudian saya diarahkan untuk bertemu dengan supervisor in charge saat itu Pak Tito memberikan briefing ke saya mengenai tugas tugasnya.

Kemudian saya ditempatkan di pos keluar kendaraan sampai  turun jaga dan yang membuat saya tidak lupa adalah baru jam 22.00 saya sudah tertidur di pos dan dibangunkan oleh supervisor dan disuruh push up dan lari hahahaha.

Setelah beberapa hari bekerja di hotel tersebut banyak tamu bule yang menginap dan sering mereka bertanya kepada saya tapi saya tidak tahu apa yang mereka ucapkan, karena waktu itu saya hanya tahunya yes, No dan thank you selebihnya kalau ada yang tanya hanya bilang "yes yes aja" tidak tahu apa yang ditanyakan karena waktu sekolah,  setiap pelajaran bahasa Inggris pasti bolos..Hehehe.

Dari situ saya mulai tertarik untuk belajar bahasa Inggris kemudian saya beli kamus Dan kursus bahasa Inggris.

Sekitar satu tahun saya bekerja di hotel saripan Pacifik kemudian saya dipindahkan ke Showroom Mitsubishi kurang lebih 6 bulan dan dipindahkan lagi ke Marriott apartemen.

Di Marriott apartemen ini lah saya mulai merasakan bahwa saya harus menekuni profesi ini karena termotivasi oleh Pak Agung Wilantoro Loss Prevention Manager yang selalu memberikan motivasi dan pengetahuan tentang security, kurang lebih 1,5 tahun saya bekerja di Marriott apartemen kemudian Pak Agung meminta saya untuk melamar pekerjaan menjadi Loss Prevention di Marriott Medan, dan Alhamdulillah akhirnya saya diterima menjadi Loss Prevention JW Marriott Medan dan pertama kali bisa naik pesawat terbang yaitu bulan September 2008.

Tepatnya 5 tahun saya bekerja di JW Marriott Medan dari officer naik menjadi Team Leader dan Supervisor. Di JW Marriott Medan saya banyak mendapatkan pengetahuan baru dan tentunya menjadi bekal saya untuk berani memulai karir di security.

Di bulan Oktober 2013 saya mendapatkan tawaran menjadi senior Assist Chief Security di hotel Melia Purosani Jogja. Hal yang sangat berkesan di hotel ini adalah semua security in house nya sudah berumur lebih dari 40 tahun dan ada yg sebentar lagi sudah pensiun dan umur saya waktu itu masih 27 tahun. 

Setelah 6 bulan bekerja saya mendapatkan tawaran di Hotel Pullman Bali sebagai Safety and Security Manager. Di sini saya diberikan target untuk menyelesaikan audit Sistem Manajemen Pengamanan Hotel (SMPH) dan harus mendapatkan hasil Platinum yang mana saya hanya dikasih waktu kurang dari satu bulan untuk melengkapi semua dokumen dan persyaratan Audit.

Alhamdulillah berkat kerjasama team dan sebelumnya saya sudah mendapatkan pelatihan dari Secufindo untuk Audit SMPH jadi saya bisa melengkapi semua dokumen dan persyaratan Audit dan akhirnya kami satu satunya Hotel di Bali yang mendapatkan Platinum dari sekitar 50 hotel yang di audit pada saat itu.

Setelah bekerja satu tahun akhirnya saya mendapatkan tawaran di Crowne plaza Semarang sebagai Safety and Risk Manager. Selama di IHG Crowne plaza Semarang saya di berikan tugas untuk task force di dua hotel yaitu Crowne Plaza Bandung dan Holiday inn Bandung untuk pre opening hotel.

Setelah 3 tahun bekerja kemudian saya pindah ke Jakarta masih di IHG yaitu sebagai Cluster Safety and Risk Manager di holiday inn suites gajah Mada dan holiday express Matraman untuk pre opening hotel. Setelah hampir 2 tahun bekerja di IHG saya pindah ke Marriott group di hotel Le Meridien Jakarta sebagai Director of Loss Prevention.

Kemudian, setelah satu tahun saya bekerja di Le Meridien akhirnya saya memutuskan untuk membuat perusahaan sendiri yang sekarang baru saya jalankan sebagai Direktur Utama PT. Sandi Satria Solo yang bergerak di bidang Training untuk Sertifikasi BNSP, Kemenaker dan Safety & Security Training.

Hal yang sangat membuat saya merasa puas dalam karir saya adalah saya bisa mendorong 15 orang Team saya yang sekarang sudah menjadi Security Manager di beberapa hotel lainnya.

LEADER IS CREATE NEW LEADER

Dari semua perjalanan karir saya tidak luput dari doa ibu dan bapak saya yang tidak ada lelahnya selalu memberikan doa yang terbaik untuk saya.

Semua hal apabila kita tekunin dan focus pada satu hal maka pasti akan berhasil. Dari Keterpaksaan Akan Menjadi Sebuah Kebiasaan dan Keikhlasan.

Pesan untuk Leader yang lainnya:

"Seorang Leader harus Selalu bisa memberikan motivasi kepada setiap anggotanya untuk berkembang dan meningkatkan karir nya".

"Jangan pernah menghalangi anggota kita untuk pindah dan meningkatkan karir nya hanya karena untuk kepentingan karir kita sendiri dan kita takut akan kehilangan orang yang bisa kita handalkan".

"Salam Sukses Selalu untuk Satpam Sejati"

2 komentar untuk "PROFESI SATPAM AWAL TERPAKSA AKHIRNYA JADI BAKAT "MAU TAU CERITANYA"?"

  1. Inspirasi banget..thx for sharing bang..salam sehat

    BalasHapus
  2. Terkadang sy pun ingin berkembang dan menemukan jati diri saya tetapi sulitnya kesempatan itu

    BalasHapus

Terimaksih telah berkomentar :)