Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 TIPS MENGELOLA BISNIS JASA DI TENGAH PANDEMI COVID-19










"Ref Gambar : wikipedia.org & Bisnis.tempo.co"

Oleh : Erika W
Editor : Noto S

Semenjak wabah COVID-19 di Indonesia, banyak sekali pelaku usaha yang mendapatkan dampak dari wabah COVID-19. Dampak yang sangat terasa yaitu pada bisnis dibidang jasa, karena adanya wabah COVID 19 menyebabkan pemerintah membuat aturan pembatasan kontak fisik (physical distancing). 

Hal tersebut, berpengaruh pada gaya hidup dan kebiasaan masyarakat untuk menghindari pergi ke tempat yang ramai dan selalu menjaga jarak. Seperti contohnya, usaha salon yang membuat kehilangan para pelanggan karena aturan social distancing  membuat pelanggan berpikir dua kali untuk datang ke tempat salon.

Sri Mulyani mengatakan kelompok slow starter yakni perdagangan, konstruksi, transportasi dan jasa-jasa mengalami kontraksi penjualan paling dalam akibat pandemi COVID-19 dan membutuhkan waktu yang lama untuk bangkit.
“Ketika covid naik, mereka turun, ketika covid turun mereka pulih tapi slow. Nah ini jadi tidak simetris dan ini merupakan kelompok yang harus kita perhatikan,” kata Menkeu Sri Mulyani saat Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin. 

Dapat disimpulkan dari pernyataan tersebut, sebagai pelaku bisnis dibidang jasa perlunya ada inovasi baru dalam merubah strategi agar tetap bertahan di tengah pandemi COVID-19 ini.  

Menurut "Phillip Kotler" Jasa adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.
Lalu, Bagaimana merubah strategi dalam mengelola bisnis jasa di tengah pandemi COVID-19?

Dengan kondisi saat ini, mengoptimalkan teknologi untuk segala kegiatan bisnis mulai dari promosi, pemesanan, transaksi pembayaran serba online dan tetap melakukan protokol kesehatan. Adapun strategi bisnis yang tepat pada saat ini adalah dengan menerapkan strategi 5P dari seorang profesor studi manajemen McGill University Hendry Mintzberg di Montreal, Kanada yaitu :

1. Position (Posisi) :
Position adalah menyusun suatu strategi dengan melihat kondisi pasar saat ini. 
Misalkan bisnis jasa pada industri perhotelan di masa pandemi saat ini, bisa menyesuaikan keadaan pasar saat ini dengan memanfaatkan peluang dari “Work From Home” menjadi tempat bekerja yang nyaman menjadi “Work From Hotel” (WFH). Namun, rencana ini harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar para tamu merasa aman dan nyaman ketika menginap di hotel.

2. Plan (Perencanaan) :
Strategi perencanaan yaitu suatu tindakan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan. Dalam membuat rencana suatu bisnis perlu tahu apa yang dilakukan hari ini untuk mencapai tujuan hari esok. Contoh bisnis jasa pada industry kecantikan seperti salon, membuat rencana selama pandemi dengan menerapkan sistem digital dari mulai promosi, pembayaran online dan pemesanan melalui online. Pemesanan online dilakukan untuk menghindari kerumunan di salon dan membatasi jumlah pengunjung yang datang.

3. Pattern (Pola) :
Sebuah pola yang menunjukan adanya serangkaian tindakan yang dilakukan oleh manajemen dalam mengejar sebuah tujuan. Pola yang dibutuhkan suatu bisnis yaitu untuk memulai, menjalankan dan berkoordinasi dalam mengatasi suatu masalah yang dihadapi dari dampak pand emi COVID-19, serta mempertahankan suatu bisnis.  

4. Prespective (Prespektif) : 
Hal yang muncul dari cara seseorang atau sebuah perusahaan berpikir. Di saat pandemi seperti ini, sebagai pelaku usaha baiknya harus selalu tetap optimis untuk tetap bisa bertahan. Adanya wabah virus COVID-19 ini antara pemilik dan karyawan harus saling memotivasi.  Namun, adanya krisis ini juga menjadikan orang terpisah karena setiap individu saling tidak percaya satu sama lain dan sebagian besar hanya perduli dengan diri mereka sendiri. Pada kondisi seperti ini sangat penting untuk mempertimbangkan bagaimana perspektif perusahaan.

5. Ploy (Taktik) : 
Suatu strategi untuk memperdaya lawan atau pesaing. Membuat inovasi dengan mengembangkan bisnisnya dengan kreatif. Strategi yang bisa dilakukan dengan mengajak kolaborasi dengan para influencer atau selebgram yang sedang trending di zaman sekarang ini. Misalnya, pada usaha travel dengan mengajak collab dengan influencer/selebgram dan mempromosikannya di media sosialnya seperti instagram, youtube dan tiktok, dengan begitu masyarakat menjadi tau bagaimana protokol kesehatan yang ada pada saat liburan.

2 komentar untuk "5 TIPS MENGELOLA BISNIS JASA DI TENGAH PANDEMI COVID-19"

  1. Terima Kasih untuk ilmunya

    BalasHapus
  2. Terimakasih buat ilmunya.
    Dari artikel di atas, bisa kita gunakan strategi apa saja yang ingin kita gunakan dalam bisnis jasa, terutama di masa pandemi covid 19. Kita harus lebih siget dan ulet dalam mengembangkan bisnis.

    BalasHapus

Terimaksih telah berkomentar :)